Showing posts with label Bagaimana. Show all posts
Showing posts with label Bagaimana. Show all posts

Bagaimana Manusia Bernapas di Ruang Angkasa?




Kita tidak dapat bernapas dalam ruang angkasa yang hampa udara karena di sana tidak ada udara.  Oksigen adalah gas yang kita perlukan untuk tetap hidup, dan menjadi bagian penting dari udara yang kita hirup.  

Semua misi ke ruang angkasa harus membawa persediaan udara sendiri.  Oksigen murni digunakan pada penerbangan ke ruang angkasa di tahap awal, namun setelah terjadi 
kebakaran yang tragis, orang menyadari bahwa oksigen murni terlalu berbahaya.  Pesawat ruang angkasa dan stasiun ruang angkasa sekarang membawa persediaan udara.  Ketika astronot melakukan 'berjalan di ruang angkasa,  mereka mengenakan pakaian ruang angkasa yang menyediakan udara dengan tekanan tepat, sementara mereka masih dapat bergerak dengan bebas.  
Read More

Bagimana Bulan Bersinar?



Bulan adalah benda yang paling lebih terang di langit malam, namun sebenarnya Bulan tidak memancarkan cahayanya sendiri.  Sinar bulan hanyalah cahaya matahari yang dipantulkan.  

Bagian-bagian Bulan yang tidak terkena cahaya matahari tidak terlihat karena menyatu dengan kegelapan ruang angkasa.  Walaupun Bulan terlihat cemerlang dan keperakan, hanya sebagian kecil dari cahaya Matahari yang jatuh di permukaannya dipantulkan ke arah kita.  Hal ini karena permukaan Bulan berwarna abu-abu dan terbuat dari batuan, dan tidak memantulkan cahaya dengan baik.  

Saat terjadi gerhana Bulan, di mana Bulan berada pada ekor bayangan gelap sisi Bumi yang tidak terkena sinar Matahari, Bulan tidak mengeluarkan cahaya karena tidak ada cahaya Matahari yang dapat dipantulkan ke Bumi.
Read More

Bagaimana Terjadinya Gerhana Bulan?




Bayangan Bumi akibat sinar Matahari memanjang ke ruang angkasa, dan ketika bayangan ini melewati Bulan terjadi gerhana. Gerhana bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi. Itu terjadi bila bumi berada di antara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga sinar Matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh bumi.

Gerhana bulan hanya dapat terjadi ketika Bulan purnama, ketika Matahari tepat berada di belakang Bumi.  Peristiwa ini hanya terjadi sekali-sekali, karena orbit Bulan sedikit miring dan dengan demikian bayangan Bumi biasanya tidak mengenainya.  

Gerhana bulan dapat berlangsung selama lebih dari satu jam, namun  bayangan ini tidak membuat bagian Bulan menjadi gelap total.  Sebenarnya, pada peristiwa gerhana bulan, seringkali bulan masih dapat terlihat. Ini dikarenakan masih adanya sinar Matahari yang dibelokkan ke arah bulan oleh atmosfer Bumi. Dan kebanyakan sinar yang dibelokkan ini memiliki spektrum cahaya merah. Itulah sebabnya pada saat gerhana bulan, bulan akan tampak berwarna gelap, bisa berwarna merah tembaga, jingga, ataupun cokelat kemerahan.  
Read More

Bagaimana Cara Kerja Gravitasi?



Gaya gravitasi adalah gaya tarik antara setiap potong materi, bahkan partikel yang paling kecil.  Semakin banyak materi yang ada dalam sesuatu, dan semakin dekat partikelnya termampatkan menjadi satu, semakin kuat gaya tariknya.  Bintang memiliki masa yang besar dan amat padat dan dengan demikian bintang mempunyai medan gravitasi yang kuat.  Gaya gravitasi dari Matahari kita mempertahankan planet-planet tetap berada dalam orbitnya.  

Gravitasi Bumi mempertahankan Bulan dalam orbitnya.  Massa yang kecil seperti Bulan mempunyai gravitasi yang amat lemah.  Keadaan ini menjelaskan mengapa astronot di permukaan Bulan dapat melompat amat tinggi dengan usaha yang amat kecil. 

Read More

Bagaimana Bentuk Galaksi?





Galaksi Tak Beraturan

Karena proses pembentukan dan kekuatan energi dari materinya, galaksi memiliki bentuk yang berbeda-beda. Galaksi tersebut dikelompokkan secara visual menjadi galaksi eliptis, spiral, dan galaksi tak berataturan. Galaksi eliptis memiliki tampak cahaya berbentuk elips, sedangkan galaksi spiral  galaksi berbentuk cakram dengan lengan galaksi yang melengkunng dan berisi debu. Galaksi dengan bentuk yang tak beraturan atau tidak biasa disebut galaksi tak beraturan dan biasanya disebabkan karena gangguan oleh tarikan gravitasi galaksi terdekatnya.




Galaksi Spiral


Galaksi Elips
Read More