Showing posts with label Siapa. Show all posts
Showing posts with label Siapa. Show all posts

Siapa Manusia Pertama yang Berada di Luar Angkasa?




Yuri Alekseyevich Gagarin (Yuri Gagarin) adalah manusia pertama yang mengorbit Bumi.  Pada tanggal 12 April 1961, kosmonot Uni Sovyet ini meluncur ke ruang angkasa dengan roket antarbenua yang diubah fungsinya, yaitu roket Vostok1. Ia berada di luar angkasa selama 108 menit.

Atas jasa dan keberaniannya, ia menerima banyak penghargaan dan medali kehormatan, termasuk medali "Hero of the Soviet Union". Yuri Gagarin kemudian menjadi Deputi Direktur Pelatihan di Pusat Pelatihan Kosmonot di luar kota Moskow. Untuk menghormati jasanya, tempat pelatihan ini kemudian dinamakan dengan namanya. Ia meninggal ketika sedang melakukan latihan dengan pesawat MiG-15 dekat Moskwa, pada 27 November 1968 akibat sebuah kecelakaan.


Read More

Yogi Ahmad Erlangga, Penemu Rumus Matematika Rumit dari Tasikmalaya



Yogi Ahmad Erlangga adalah seorang dosen di ITB. Ia berhasil meraih gelar doctor dari Universitas Teknologi Delft, Belanda pada usia 31 tahun. Pada penelitiannnya di universitas tersebut, ia menemukan sebuah rumus matematika rumit berdasarkan persamaan Helmholtz yang sangat berguna dalam berbagai bidang.

Salah satu bidang yang sangat beruntung dengan penemuan Yogi ini adalah bidang pencarian cadangan minyak bumi. Rumus matematika Yogi digunakan untuk mendeteksi dan mengukur cadangan minyak dengan perhitungan matematis atas bunyi akustik bidang potensial minyak. Dengan rumus perhitungan matematisnya, bidang yang memiliki cadangan minyak akan lebih cepat diketahui.


Yogi membuatnya menjadi lebih cepat karena menggunakan rumusan matematikan dalam aplikasi computer yang sangat membantu. Selanjutnya, temuan ini tidak hanya dimanfaatkan untuk pencarian sumber minyak bumi, penemuan ini juga digunakan untuk teknologi keping Blu-Ray. Keping ini bisa menyimpan data komputer dalam jumlah yang jauh lebih besar. Selain itu, rumus tersebut juga mempermudah cara kerja radar dunia penerbangan.


Yogi Ahmad Erlangga lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, 8 Oktober 1974.  Pendidikan dasar hingga sekolah menengah atas dia habiskan di kota kelahiran. Kemudian untuk melanjutkan di perguruan tinggi dia masuk di ITB dengan mengambil jurusan Teknik Penerbangan. Pasca lulus dari ITB pada tahun 1998, Yogi muda melanjutkan pendidikan magister di Delft University of Technology (DUT), Belanda dengan mengambil jurusan Matematika Terapan. Tak berselang lama dari kelulusannya dari magister, dia langsung melanjutkan pendidikan doktoralnya di universitas yang sama dengan jurusan yang sama pula. Ini dipilih oleh Yogi sebagai bentuk kecintaanya terhadap dunia matematika. Ya, Yogi adalah penemu rumus matematika rumit dar Tasikmalaya!
Read More

Penemu dari Indonesia: B.J. Habibie, Penemu Pesawat N-250 Karya Asli Anak Bangsa!




B.J. Habibie memiliki nama lengkapnya Bacharudin Jusuf Habibie. Sebelum kembali ke Indonesia, ia berkarier di Jerman, tepatnya di Messerschmitt-Bölkow-Blohm, sebuah perusahaan penerbangan yang berpusat di Hamburg, Jerman.

Pesawat N-250 adalah sebuah pesawat penumpang sipil hasil rancangannya. Kode "N" pada pesawat ini merupakan singkatan dari Nusantara atau Nurtanio. Pesawat lain yang dirancangnya berkoded CN-235, artinya merupakan kerjasama dengan CASA Spanyol.

Pesawat N-250 dibuat dengan menggunakan mesin turboprop 2439 KW dari Allison AE 2100 C buatan perusahaan Allison. Pesawat berbaling baling 6 bilah ini mampu terbang dengan kecepatan maksimal 610 km/jam (330 mil/jam) dan kecepatan ekonomis 555 km/jam yang merupakan kecepatan tertinggi di kelas turprop 50 penumpang. Ketinggian operasi 25.000 kaki (7.620 meter) dengan daya jelajah 1.480 km. 

Rancangan atas pesawat ini pertama kali dipubikasikan pada Paris Air Show pada tahun 1989. Pada rancangan pertamanya, pesawat ini menggunakan sistem fly-by-wire yang menunjukkan kecanggihannya.

Spesifikasi Pesawat N-250 adalah sebagai berikut:

Rentang Sayap                     : 28 meter
Panjang badan pesawat    : 26,30 meter
Tinggi                                      : 8,37 meter
Berat kosong                        : 13.665 kg
Berat maksimum take-off : 22.000 kg
Peswat sekelas                    : ATR 42-500, Fokker F-50 dan Dash 8-300.

Pesawat N250 tipe PA-1 terang perdana pada tanggal 10 Agustus 1995 dengan mengangkut 50 penumpang. Sedangkan N250-100 tipe PA-2 terbang perdana pada tanggal 19 Desember 1996.


Penerbangan Perdana N 250 
Read More

Tokorda Raka Sukawati, Penemu Teknik Sosrobahu untuk Pembangunan Jalan Layang!




Tjokorda Raka Sukawati adalah penemu beton putar penyangga jalan layang yang dipakai untuk membangun tanpa mengganggu arus lalu lintas. Temuannya disebut sebagai Teknk Sosrobahu. Temuan ini dapat memutar beton tulang seberat 480 ton pada kemiringan 90 derajat. 


Temuan ini menjawab kebutuhan untuk membangun jalan layang di tengah kota yang padat lalu lintas. Dengan temuan ini, pembangunan tetap dapat dijalankan tanpa menghentikan atau mengganggu lalu lintas di bawahnya.

Teknik Sosrobahu  pertama kali dipakai pada pembangunan jalan layang tol Cawang-Tanjung Priok (16,5 kilometer) pada November 1989. Namun, hak paten baru diperoleh ada tahun 1995.

Tjokorda Raka Sukawati  menyelesaikan pendidikannya di Institut Teknologi Bandung (ITB). Temuan ini banyak dipakai di beberapa negara lain, seperti  Filipina, Malaysia, Thailand, dan Singapura.

Berdasarkan kalkulasi eksak, kontruksi Sosrobahu mampu bertahan hingga satu abad lamanya.
Read More

Penemu dari Indonesia: Yudi Utomo Ismardjoko, Penemu Kontainer Limbah Nuklir



Ilustrasi Kontainer Limbah Nuklir

Yudi Utomo Imardjoko adalah seorang Peneliti dan Ketua Jurusan Teknik Nuklir, Fakultas Teknik, Universitas Gajah Mada. Ia berhasil temukan kontainer limbah nuklir. Temuan merupakan buah dari penelitian bersama lima koleganya.

Kontainer tersebut berbentuk silinder berbahan titanium. Diameternya 1,6 meter dengan panjang 4 meter. Sedangkan dindingnya setebal 24 sentimeter.

Pemikiran Yudi didasari pada kemungkinan penanganan limbah radioaktif nuklir dari uraian uranium dan plutonium. Diperkirakan jika ada Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Indonesia berkapasitas 1000 megawatt, paling tidak per tahun menghasilkan limbah sebanyak 797 ton.

Klasifikasinya ialah 27 ton limbah aktivitas tinggi, limbah aktivitas sedang sebanyak 310 ton sedangkan limbah aktivitas rendah 460 ton.

Untuk mendaur-ulangnya, dibutuhkan wadah penyimpanan yang memadai. Ide kontainer limbah nuklir Yudi dibangun berdasarkan fungsi untuk menimbun limbah tersebut. Limbah yang disimpan tersebut harus dibiarkan molekulnya meluruh sendiri dalam tenggang waktu yang panjang.

Jika ditemui secara fisik dan kimia dinyatakan stabil barulah bisa dipindahkan ke tempat yang terisolasi dari lingkungan. Bagaimana pun juga limbah nuklir tersebut tetap berbahaya bagi lingkungan.

Namun temuan Yudi yang diperkirakan mampu menyimpan limbah nuklir sampai 10 ribu tahun tersebut tak terpakai. Temuan tersebu telah diptenkan di Indonesia dan Amerika Serikat. Namun demikian, hingga saat ini belum dipakai di Indonesia karena Indonesia belum memanfaatkan tenaga nuklir.


Read More

Siapa yang pertama kali membuktikan terdapat galaksi lain di alam semesta?




Di tahun 1920-an, ahli astronomi Edwin Hubble membuktikan bahwa terdapat galaksi lain yang dapat dilihat di langit malam, di luar galaksi kita sendiri dan banyak yang terletak lebih jauh lagi. 

Selain teori tentang galaksi ini, Hubble juga dikenal karena teori Dentuman Besar, Hukum Hubble, Pergeseran Merah, dan Urutan Hubble.

Pria kelahiran Missouri, AS ini menyelesaikan pendidikannya di University of Chicago dan University of Oxford. Ia kemudian menjadi peneliti di Mount Wilson Observatory, University of Chicago.


Read More

Siapa yang Pertama Kali Menyatakan Tatasurya?



Sistem Tata Surya

Copernicus adalah ahli astronomi Polandia yang menyatakan tentang Tata Surya. Ia menyatakan bahwa Matahari adalah pusat dari alam semesta, dengan Bumi dan planet-planet lain bergerak mengelilinginya.  

Sistem Copernicus juga menyatakan bahwa Bumi berputar di sumbunya sendiri.  Walaupun Copernicus sudah menyimpulkan teori ini ketika dia masih muda, publik baru mengetahuinya setelah kematiannya.  

Buku pertama yang dicetak dari teorinya, diberi judul De Revolutionibus Orbium Coelestium libri vi ("Enam tentang Perputaran Benda-benda Langit") diberikan kepadanya di tempat tidur saat dia sudah menjelang ajal.  Menurut cerita, Copernicus sadar dari komanya karena melihat bukunya dan kemudian dia meninggal dengan tenang.  

Teori Copernicus ini mendapatkan banyak  dari Gereja karena berlawanan dengan isi Alkitab.
Read More